Surat Kabar Mingguan Agora No.49 Minggu III.Th.III. Februari 2005
(Halaman I)
Hari-Hari Penting Kehidupan Jusuf Kalla (I)
(Halaman I)
Hari-Hari Penting Kehidupan Jusuf Kalla (I)
Oleh Dasman Djamaluddin, SH.
Kalau kita tanya kepada Jusuf Kalla, hari bersejarah apa yang menjadi kenangan pribadinya seumur hidup ? Sudah tentu ada dua jawaban yang akan dikemukakan. Pertama, ketika dia berhasil menjadi orang nomor dua di republik ini, yaitu berhasil menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) periode 2004-2009 mendampingi Presiden terpilih Jenderal TNI (Hor) Dr.Susilo Bambang Yudoyono,MA. Kedua, ketika dia berhasil menjadi orang nomor satu di partainya, yaitu menjadi Ketua Umum Partai Golkar dalam Musyawarah Nasional (Munas) VII Partai Golkar di Nusa Dua, Bali, Minggu 19 Desember 2004.
Terlepas dari suka atau tidak suka, masa depan karier politiknya bukan terletak ketika dia berhasil menjadi Wakil Presiden RI, tetapi lebih menonjol ketika dia berhasil menjadi orang nomor satu di Partai Golkar. Kemudian banyak orang bertanya-tanya, apakah Jusuf Kalla akan terus bergulir menjadi orang nomor satu di republik ini pada tahun 2009 ?
Wallahualam. Tetapi yang sangat jelas, kalaupun nantinya berhasil menjadi orang nomor satu di republik ini, Jusuf Kalla bukanlah pendatang baru di dunia perpolitikan, khususnya perpolitikan di Indonesia.
Lahir di Watampone, Bone, Sulawesi Selatan pada tanggal 15 Mei 1942. Lahir dari pasangan H.Kalla dan Hj.Athirah. Menyelesaikan sekolah dasar di Watampone. Pendidikan tingginya diselesaikan di Sulawesi Selatan dengan gelar doktorandus yang ia raih dari Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin (UNHAS) pada tahun 1967.
Ayah Jusuf Kalla adalah pengusaha sukses di Sulawesi Selatan. Usaha perdagangan yang dirintis tahun 1952 itu merambah hingga dunia otomotif. Dengan bendera NV. Hadji Kalla (semua bergerak di bidang perdagangan, barang kebutuhan sehari-hari, hasil bumi dan bahan bangunan), masyarakat sejak awal sudah mengenal bahwa pemiliknya adalah keluarga H.Kalla.
Selepas kuliah, Jusuf Kalla dipercaya memegang usaha keluarga dengan jabatan direktur utama. Usianya pada waktu itu, 25 tahun. Pada waktu inilah NV. Hadji Kalla berganti nama menjadi Hadji Kalla Trading Company. Pada saat bersamaan, bisnis keluarga ini semakin berkembang. Ada sekitar 14 perusahaan yang bernaung di bawah keluarga dari Makassar tersebut.
Pada tahun 1978, bersma adiknya Ahmad Kalla, Suhaeli Kalla dan rekannya Ir.Fadel Muhammad yang sekarang menjadi Gubernur Gorontalo mendirikan PT.Bukaka Teknik Utama di Cileungsi (produk peralatan untuk Bandara).
Sukses di bisnis, Jusuf Kalla sukses pula di organisasi. Pernah menjadi Ketua Senat Fakultas Ekonomi UNHAS. Kemudian aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI).
Pada tahun 1965, Jusuf Kalla sudah tercatat sebagai Ketua Pemuda Sekber Golkar Sulawesi Selatan. Pada tahun 1982, ia terpilih menjadi anggota MPR dari Golkar.
Selanjutnya tahun 1999, Jusuf Kalla dipercaya Presiden Abdurrahman Wahid sebagai Menteri Perindusterian dan Perdagangan RI. Jabatan itu hanya bertahan 6 bulan, karena pada tanggal 24 April 2000, Presiden Abdurrahman Wahid membebastugaskannya.
Pada tanggal 10 Agustus 2001, Jusuf Kalla masuk dalam jajaran menteri Kabinet Gotong Royong pimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat. Ia mengundurkan diri dari kursi kabinet pada tanggal 20 April 2004 setelah Susilo Bambang Yudoyono meminangnya untuk menjadi calon Wakil Presiden yang maju pada Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden tahun 2004. Dia akhirnya berhasil menjadi Wakil Presiden bergandeng tangan dengan Presiden Susilo Bambang Yudoyono setelah memperoleh kemenangan dengan meraih suara terbanyak dalam Pemilihan Presiden secara langsung hingga duduk di kursi kepresidenan (bersambung).
Terlepas dari suka atau tidak suka, masa depan karier politiknya bukan terletak ketika dia berhasil menjadi Wakil Presiden RI, tetapi lebih menonjol ketika dia berhasil menjadi orang nomor satu di Partai Golkar. Kemudian banyak orang bertanya-tanya, apakah Jusuf Kalla akan terus bergulir menjadi orang nomor satu di republik ini pada tahun 2009 ?
Wallahualam. Tetapi yang sangat jelas, kalaupun nantinya berhasil menjadi orang nomor satu di republik ini, Jusuf Kalla bukanlah pendatang baru di dunia perpolitikan, khususnya perpolitikan di Indonesia.
Lahir di Watampone, Bone, Sulawesi Selatan pada tanggal 15 Mei 1942. Lahir dari pasangan H.Kalla dan Hj.Athirah. Menyelesaikan sekolah dasar di Watampone. Pendidikan tingginya diselesaikan di Sulawesi Selatan dengan gelar doktorandus yang ia raih dari Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin (UNHAS) pada tahun 1967.
Ayah Jusuf Kalla adalah pengusaha sukses di Sulawesi Selatan. Usaha perdagangan yang dirintis tahun 1952 itu merambah hingga dunia otomotif. Dengan bendera NV. Hadji Kalla (semua bergerak di bidang perdagangan, barang kebutuhan sehari-hari, hasil bumi dan bahan bangunan), masyarakat sejak awal sudah mengenal bahwa pemiliknya adalah keluarga H.Kalla.
Selepas kuliah, Jusuf Kalla dipercaya memegang usaha keluarga dengan jabatan direktur utama. Usianya pada waktu itu, 25 tahun. Pada waktu inilah NV. Hadji Kalla berganti nama menjadi Hadji Kalla Trading Company. Pada saat bersamaan, bisnis keluarga ini semakin berkembang. Ada sekitar 14 perusahaan yang bernaung di bawah keluarga dari Makassar tersebut.
Pada tahun 1978, bersma adiknya Ahmad Kalla, Suhaeli Kalla dan rekannya Ir.Fadel Muhammad yang sekarang menjadi Gubernur Gorontalo mendirikan PT.Bukaka Teknik Utama di Cileungsi (produk peralatan untuk Bandara).
Sukses di bisnis, Jusuf Kalla sukses pula di organisasi. Pernah menjadi Ketua Senat Fakultas Ekonomi UNHAS. Kemudian aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI).
Pada tahun 1965, Jusuf Kalla sudah tercatat sebagai Ketua Pemuda Sekber Golkar Sulawesi Selatan. Pada tahun 1982, ia terpilih menjadi anggota MPR dari Golkar.
Selanjutnya tahun 1999, Jusuf Kalla dipercaya Presiden Abdurrahman Wahid sebagai Menteri Perindusterian dan Perdagangan RI. Jabatan itu hanya bertahan 6 bulan, karena pada tanggal 24 April 2000, Presiden Abdurrahman Wahid membebastugaskannya.
Pada tanggal 10 Agustus 2001, Jusuf Kalla masuk dalam jajaran menteri Kabinet Gotong Royong pimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat. Ia mengundurkan diri dari kursi kabinet pada tanggal 20 April 2004 setelah Susilo Bambang Yudoyono meminangnya untuk menjadi calon Wakil Presiden yang maju pada Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden tahun 2004. Dia akhirnya berhasil menjadi Wakil Presiden bergandeng tangan dengan Presiden Susilo Bambang Yudoyono setelah memperoleh kemenangan dengan meraih suara terbanyak dalam Pemilihan Presiden secara langsung hingga duduk di kursi kepresidenan (bersambung).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar